Breaking News

Fakta Produksi Film The New Mutants yang Jarang Diketahui Penggemar

Film The New Mutants mungkin bukan film superhero paling sukses dari semesta X-Men, tetapi proses produksi di balik layar film ini justru menyimpan berbagai cerita menarik yang jarang diketahui oleh banyak penggemar. Dari awal yang penuh harapan hingga perilisannya yang penuh hambatan, film ini telah melewati perjalanan panjang dan berliku selama bertahun-tahun.

Dibalik tampilan horor psikologis dan kisah mutan muda yang gelap, The New Mutants adalah salah satu film yang mengalami produksi paling rumit dalam sejarah film superhero modern. Apa saja fakta menarik dan tersembunyi di balik produksi film ini? Berikut adalah ulasan lengkapnya, yang ditulis dengan gaya yang ringan dan mudah dipahami.

1. Film yang Sempat Dijadwalkan Rilis Tahun 2018

Salah satu fakta paling mengejutkan adalah bahwa The New Mutants awalnya dijadwalkan untuk tayang pada bulan April 2018. Namun pada kenyataannya, film ini baru bisa dirilis pada Agustus 2020, lebih dari dua tahun dari jadwal awal. Penundaan ini bukan tanpa sebab. Ada banyak faktor yang menyebabkan film ini terus-menerus ditunda, mulai dari alasan teknis, strategi pemasaran, hingga pergantian kepemilikan studio.

Saat penggemar X-Men sedang menantikan arah baru dalam semesta mutan, kabar bahwa film ini tidak jadi tayang sesuai jadwal membuat banyak orang bingung dan kecewa. Penundaan demi penundaan juga membuat film ini seperti “film hantu” yang tak kunjung sampai ke layar lebar.

2. Direncanakan Sebagai Trilogi Bertema Horor

Jarang yang tahu bahwa The New Mutants awalnya direncanakan sebagai bagian pertama dari trilogi. Sutradara Josh Boone memiliki visi untuk membuat tiga film New Mutants, dengan setiap film mengusung sub-genre horor yang berbeda.

  • Film pertama, seperti yang kita lihat, mengusung tema horor psikologis dan trauma.
  • Film kedua rencananya akan mengambil pendekatan horor invasi alien, berdasarkan cerita Warlock dari komik.
  • Sementara film ketiga dirancang sebagai horor supranatural yang terinspirasi dari kisah penyihir Salem dan alur komik Inferno.

Sayangnya, karena akuisisi Fox oleh Disney dan sambutan yang kurang memuaskan, rencana trilogi tersebut dibatalkan.

3. Banyak Adegan yang Tidak Jadi Direshoot

Pada awalnya, Fox berencana melakukan reshoot besar-besaran untuk mengubah nada film menjadi lebih menyeramkan. Bahkan, kabarnya mereka ingin menambahkan karakter baru dan mengubah alur tertentu. Tetapi setelah akuisisi oleh Disney, rencana reshoot ini tidak pernah terjadi.

Akibatnya, film yang dirilis ke publik pada 2020 sebagian besar masih merupakan versi asli yang difilmkan pada 2017, sebelum tren film horor remaja menjadi populer kembali. Hal ini menjadikan film terasa sedikit ketinggalan zaman saat akhirnya tayang, karena perubahan tren perfilman sudah terjadi.

4. Terinspirasi dari A Nightmare on Elm Street dan Stephen King

Josh Boone, sang sutradara, adalah penggemar berat film horor klasik. Ia secara terbuka menyatakan bahwa The New Mutants terinspirasi dari film horor legendaris seperti A Nightmare on Elm Street 3: Dream Warriors.

Selain itu, unsur-unsur psikologis dan imajinasi gelap dalam film juga banyak dipengaruhi oleh karya-karya Stephen King, penulis horor terkenal seperti It, Carrie, dan The Shining. Tidak heran jika dalam film ini kita bisa merasakan aura ketegangan yang lebih mirip dengan film horor dibandingkan film superhero pada umumnya.

5. Pemeran Magik dan Wolfsbane Dipilih Karena Populer di Serial TV

Dua karakter utama perempuan dalam film ini, Illyana Rasputin (Magik) dan Rahne Sinclair (Wolfsbane), diperankan oleh Anya Taylor-Joy dan Maisie Williams. Pemilihan mereka bukan tanpa alasan.

  • Anya Taylor-Joy sebelumnya populer lewat film The Witch dan Split, yang membuatnya identik dengan genre horor dan karakter yang misterius.
  • Sementara Maisie Williams sangat dikenal karena perannya sebagai Arya Stark dalam serial fenomenal Game of Thrones.

Kehadiran dua aktris ini diharapkan bisa menarik perhatian penonton muda dan pecinta serial televisi.

6. Film X-Men Pertama dengan Pasangan LGBTQ+ yang Diperlihatkan Secara Jelas

Dalam dunia film superhero, representasi karakter LGBTQ+ masih sering dianggap sensitif. Namun The New Mutants dengan berani menampilkan hubungan romantis antara Dani Moonstar dan Rahne Sinclair secara terang-terangan dan tanpa dibuat sensasional.

Hubungan mereka digambarkan dengan alami dan menyentuh, menjadi bagian penting dalam perkembangan karakter. Hal ini menjadikan The New Mutants sebagai film X-Men pertama yang menghadirkan pasangan sesama jenis secara eksplisit, bukan hanya sebagai subteks.

7. Henry Zaga Dikritik karena Isu Representasi

Pemilihan aktor Henry Zaga sebagai Roberto da Costa (Sunspot) memunculkan kritik dari sebagian penggemar dan komunitas film. Dalam komik, karakter Roberto digambarkan sebagai mutan Brasil berdarah Afro-Latin dengan kulit gelap. Namun dalam film, Henry Zaga yang berkulit terang justru dipilih memerankan karakter tersebut.

Banyak yang menilai keputusan ini sebagai bentuk whitewashing yang menghapus representasi etnis asli dari karakter. Kritik ini sempat membuat film menuai kontroversi menjelang perilisannya.

8. Fasilitas Rumah Sakit yang Mencekam Dibuat di Lokasi Nyata

Setting rumah sakit dalam film ini bukan sepenuhnya hasil CGI. Banyak adegan diambil di sebuah rumah sakit tua yang sudah tidak digunakan lagi di Massachusetts, AS. Lokasi ini benar-benar memiliki aura menyeramkan, dengan koridor panjang, kamar isolasi, dan arsitektur kuno yang mendukung suasana mencekam.

Penggunaan lokasi nyata ini membuat kesan horor dalam film terasa lebih otentik, meski beberapa adegan tetap dimodifikasi dengan efek digital untuk memperkuat nuansa ilusi dan mimpi buruk.

9. Film Superhero Pertama yang Rilis di Tengah Pandemi COVID-19

Setelah penundaan berkali-kali, The New Mutants akhirnya dirilis pada 28 Agustus 2020, menjadikannya salah satu film superhero besar pertama yang tayang di bioskop selama masa pandemi.

Keputusan ini cukup berani, mengingat pada saat itu banyak bioskop masih tutup atau dibatasi operasinya. Akibatnya, pendapatan film ini tidak maksimal, hanya meraup sekitar $49 juta dari seluruh dunia, jauh dari ekspektasi.

10. Kemungkinan Masuk MCU Sudah Tertutup

Banyak penggemar berharap karakter-karakter muda dari The New Mutants bisa dibawa masuk ke Marvel Cinematic Universe (MCU), apalagi setelah Disney resmi memiliki hak atas seluruh franchise X-Men. Namun hingga saat ini, tidak ada rencana resmi dari Marvel Studios untuk mengintegrasikan versi karakter dari film ini ke dalam MCU.

Para pemain juga mengonfirmasi bahwa kontrak mereka sudah berakhir dan tidak ada pembicaraan lanjutan. Dengan begitu, The New Mutants kemungkinan besar akan tetap menjadi bagian dari semesta X-Men versi Fox, yang secara teknis sudah selesai.

Kesimpulan: Film Bermasalah yang Tetap Menarik untuk Dikaji

The New Mutants mungkin tidak menjadi film box office besar seperti yang diharapkan, tetapi perjalanan produksinya menyimpan banyak pelajaran tentang kompleksitas industri film, terutama saat harus menghadapi perubahan besar seperti akuisisi studio dan pandemi global.

Film ini menunjukkan bahwa bahkan proyek yang kecil dan penuh masalah bisa tetap meninggalkan kesan tersendiri, terutama bagi mereka yang menyukai pendekatan berbeda dalam genre superhero. Dengan nuansa horor, tema trauma, dan representasi karakter yang lebih beragam, The New Mutants pantas dikenang sebagai film mutan yang berani keluar dari pakem.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *